Friday, December 26, 2014

Stand By Me

Trauma hati. Ditinggalkan. Meninggalkan. Kesendirian itu menyusup seperti ninja yang hendak melakukan kudeta kepada kaisarnya, ketika ada hati yang ditinggalkan. Dan ada bandul baja yang menggelantung di hati, ketika melangkah untuk meninggalkan.

Orang takut untuk sendiri, sebenarnya. Bahkan orang yang sudah lama sendiri, sebenarnya juga takut untuk meninggalkan kesendiriannya, karena menganggap kesendirian itu adalah temannya dan tidak boleh ditinggalkan. Takut kesendirian itu berlalu.

Ada orang yang bakal melakukan apapun agar tidak ditinggalkan, setidaknya tidak dalam waktu dekat. Dan ada juga, orang yang mencari alasan mengamankan dirinya untuk tidak meninggalkan, setidaknya tidak dalam waktu dekat. Tapi, ya, mereka tidak dapat mencegah hal meninggalkan-ditinggalkan dalam jangka waktu yang lama. Mereka tidak siap dalam memandang kenangan atau melangkah ke depan. Hati mereka belum siap, sekalipun waktu dariNya sudah tiba.

Hal yang menjadi harapan bagi mereka untuk siap meninggalkan-ditinggalkan adalah jaminan kepastian. Karena kemungkinan janji untuk tetap bersama dapat pudar, tetapi rasa percaya akan jaminan kepastian dapat mengikat rasa sadar.

"People come and go easily, but God will never leave nor forsaken you. He will stand by you."

No comments:

Post a Comment