Thursday, March 13, 2014

Berkata Sejenak - Mobil

Kehidupan kita dapat juga diibaratkan seorang yang mengendarai mobil. Ketika dia mengerti tujuan perjalanannya, segera dia memacu mobilnya. Sepanjang perjalanan, dia berkonsentrasi penuh untuk melihat ke depan dan sesekali melirik kaca spion untuk berjaga-jaga apabila ada kendaraan dari arah belakangnya menyalip mobilnya tiba-tiba. Dan ketika melihat tanda bahan bakar yang menipis, segera dia mengarahkan mobilnya kepada tempat pengisian bahan bakar terdekat.
Yah, hidup kita seperti mobil, yang siap untuk dikendarai menuju tujuan akhirnya. Terkadang kita bisa melihat "kaca spion" mobil kita, hanya untuk berjaga-jaga apakah masa lalu kita ada yang masih "ngawur" dan belum diselesaikan, dan jangan berfokus untuk melihat "kaca spion", tetapi lihatlah melalui "kaca depan" (ada alasan kuat bahwa kaca depan selalu lebih besar ketimbang kaca spion, yaitu agar kita mengetahui mana yang menjadi fokus kita, masa lalu atau masa sekarang dan masa depan).
Hal terpenting berikutnya adalah bahwa kita harus selalu memastikan "bahan bakar mobil" kita selalu penuh, agar bisa sampai di tujuan. Lebih-lebih, ketika dalam perjalanan kita, ada orang-orang yang "butuh tumpangan", maka senanglah hati kita, karena dapat bercakap-cakap selama perjalanan, mengalami lalu lintas yang macet dan padat, berhenti untuk makan bersama, dan banyak hal lainnya.
Milikilah kendaraan hidup yang sehat dan baik, dan, hmmm... jangan lupakan Pribadi yang mempercayakan mobil hidup itu kepada kita, bertanyalah tentang segala sesuatu mengenai kendaraan kita, karena Beliau adalah Mekanik Sejati, yang mengerti tentang seluruh mesin yang ada, Beliau adalah Pemilik Bahan Bakar, yang senantiasa menunggu kita untuk meminta bahan bakar untuk mobil kita.
Tetap semangat, dan jangan mudah menyerah. Gbu.

No comments:

Post a Comment