Wednesday, December 31, 2014

Menulis.

Sehabis menulis, mulut berlumur kata-kata.
Tak ada gunanya dibersihkan, karena menulis adalah rutinitas.
Hingga kata-kata kehabisan kualitas.
Dan lidah mengecap rasa hambarnya kertas.

Hidup tak lebih dari kepercayaan.
Percaya akan kata-kata.
Hidup dipengaruhi oleh kuatnya kata yang bersatu.
Percayalah, bahwa kata-kata itu yang mengarahkanmu kemana engkau pergi dan pulang.
Pergi ke suatu halaman buku atau kembali kepada tempatnya semula. Sehelai kertas.

Sia-sia saja ketika engkau meludah dan berkumur dengan air hujan.
Kata-kata itu tidak akan luntur, bahkan semakin kuat.
Lebih kuat untuk menyeretmu masuk kembali kepada kehidupan kata-kata.

Semudah kamu mengucapkan kata dan mempercayainya, itulah yang menjadi langkah berikutmu. Memilih kata tidak semudah mempercayai kata. Percayalah.

Friday, December 26, 2014

Stand By Me

Trauma hati. Ditinggalkan. Meninggalkan. Kesendirian itu menyusup seperti ninja yang hendak melakukan kudeta kepada kaisarnya, ketika ada hati yang ditinggalkan. Dan ada bandul baja yang menggelantung di hati, ketika melangkah untuk meninggalkan.

Orang takut untuk sendiri, sebenarnya. Bahkan orang yang sudah lama sendiri, sebenarnya juga takut untuk meninggalkan kesendiriannya, karena menganggap kesendirian itu adalah temannya dan tidak boleh ditinggalkan. Takut kesendirian itu berlalu.

Ada orang yang bakal melakukan apapun agar tidak ditinggalkan, setidaknya tidak dalam waktu dekat. Dan ada juga, orang yang mencari alasan mengamankan dirinya untuk tidak meninggalkan, setidaknya tidak dalam waktu dekat. Tapi, ya, mereka tidak dapat mencegah hal meninggalkan-ditinggalkan dalam jangka waktu yang lama. Mereka tidak siap dalam memandang kenangan atau melangkah ke depan. Hati mereka belum siap, sekalipun waktu dariNya sudah tiba.

Hal yang menjadi harapan bagi mereka untuk siap meninggalkan-ditinggalkan adalah jaminan kepastian. Karena kemungkinan janji untuk tetap bersama dapat pudar, tetapi rasa percaya akan jaminan kepastian dapat mengikat rasa sadar.

"People come and go easily, but God will never leave nor forsaken you. He will stand by you."

Wednesday, December 24, 2014

Hi.

Hi.
Ada kopi dan buku. Mungkin ada halaman masa lalu yang terselip dalam rasa kopi. Pahit. Tanpa gula. Ada ketakutan dalam membuka lembaran masa kini, karena seringkali hati dipaksa menjadi "gadis peracik kopi" yang handal untuk mencampur masa lalu dengan masa kini, berharap pahitnya masa lalu dapat terkubur dalam manisnya masa kini.

Hi.
Ada buku dan hujan. Mungkin ada tetesan air masa lalu yang menghujam sampul buku masa kini. Rusak. Lembab. Ada yang terlupa, ketika untuk menyampul buku masa kini dengan harapan. Berharap air masa lalu tidak akan mengenainya.

Hi.
Ada hujan dan kopi. Tak akan ada lagi hati yang rusak, karena sampul harapan yang menaungi buku, untuk dibuka dan ditulis lagi.

Selamat datang, masa kini. Aku menerima dan memaafkanmu, masa lalu.

Tuesday, December 23, 2014

Selamat Natal

Hi.
Natal adalah kelahiran. Kelahiran Juruselamat manusia, Yesus Kristus sekitar kurang lebih 2000 tahun lalu. Ya, bayi Yesus yang lahir di dalam palungan, di kandang domba. Memang cerita ini seperti diulang terus-menerus setiap tahunnya. Dan mungkin banyak orang mengetahui tentang hal ini.

Dimulai dari banyak tradisi menghias pohon natal (saya belum tahu tradisi darimana ini), tradisi membuat diorama kelahiran Yesus dengan para gembala dan 3 orang Majus (walaupun yang sebenarnya, waktu pertemuan antara para gembala dan orang Majus itu berbeda, dan tidak disebutkan secara mutlak, itu hanya mengacu kepada persembahan yang dibawa, emas-kemenyan-mur), atau bahkan tradisi Sinterklas yang keluar masuk melalui cerobong asap rumah demi memberikan hadiah bagi anak yang baik (saya yakin Sinterklas hanya berkunjung sebentar di Indonesia, karena hampir semua rumah di Indonesia tidak memiliki cerobong asap). Berbagai macam tradisi itu sering menjadi esensi Natal itu sendiri.

Tapi hey, Natal bukanlah tentang itu semuanya. Kembali kepada kalimat di awal, Natal adalah kelahiran. Kelahiran Juruselamat manusia, Yesus Kristus. Dan melihat dari berbagai macam kisah dalam kelahiran Yesus ada banyak pelajaran yang bisa dipetik :

[Orang Majus]

Orang Majus digambarkan sebagai rombongan ahli perbintangan yang berasal dari Timur, yang berbondong-bondong datang ke istana Herodes (raja di Yudea) untuk menanyakan lokasi Raja baru yang lahir. Herodes terkejut dan sama sekali tidak tahu akan hal itu dan menyuruh para imam dan ahli Taurat Yahudi untuk menyelidiki dalam kitab-kitab apakah ada raja yang lahir. Betlehem. Itulah lokasi raja yang baru lahir, lalu Herodes menyuruh orang Majus untuk pergi kesana. Singkat cerita, orang Majus menemukan lokasi Yesus dan mempersembahkan emas-kemenyan-mur.
Natal bagi orang Majus adalah ketika Tuhan "lahir", mereka bergegas untuk menemuiNya, tidak untuk meminta berkat atau meminta solusi dari masalah yang dihadapi mereka, tetapi mereka datang untuk menyembah. Sederhana. Karena mereka tahu, bahwa hanya Tuhanlah yang layak disembah dan sudah seharusnya mereka menyembahNya.

[Herodes]

Raja Yudea. Menggambarkan tentang seorang raja dengan segala kemewahannya, duduk dan memerintah rakyatnya. Dia terkejut ketika mendengar kabar bahwa ada seorang Raja yang lahir, dan segera dia menyusun rencana untuk membunuh Raja itu, dengan mengutus orang Majus untuk menemui dan memberi informasi kepadanya. Tapi, orang Majus, tidak kembali ke istana Raja. Herodes murka, dan menyuruh semua bawahannya untuk membunuh anak-anak yang berusia 2 tahun ke bawah. Singkat cerita, Herodes tidak berhasil membunuh Raja yang baru lahir itu.
Natal bagi Herodes adalah ketika Tuhan "lahir", dia tidak terima, bahwa ada Raja di atas segala raja dan kemungkinan menyingkirkan posisi Herodes sebagai raja. Keangkuhan hidup seringkali membuat kita lupa bahwa ada Tuhan yang lebih hebat dan super dari kita, manusia yang terbatas, dan keangkuhan hidup juga yang membuat kita menghalalkan segala cara untuk mempertahankan citra hidup kita, keangkuhan.

Secara sederhana, Natal adalah kelahiran Tuhan dan Tuhan senantiasa mengetuk pintu hati kita, menunggu kita untuk membuka pintu hati dan menerimaNya masuk ke dalam hati kita. Ada 2 pilihan : orang Majus atau Herodes. Menerima dan menyembahNya atau menolak dan mempertahankan keangkuhan kita. Sesederhana itu, ketika kita menerimaNya dalam hati kita, Tuhan Yesus akan memberikan karakter-karakterNya dalam hidup kita. Dan akan ada banyak hal dalam hidup kita mulai diproses, dibentuk sesuai dengan kehendakNya.

Akhir kata, selamat Natal bagi semua manusia. Milikilah respons yang tepat bagi setiap keadaan yang terjadi dalam hidup kita. Tuhan memberkati kita semua. :)

Thursday, March 13, 2014

Berkata Sejenak - Mobil

Kehidupan kita dapat juga diibaratkan seorang yang mengendarai mobil. Ketika dia mengerti tujuan perjalanannya, segera dia memacu mobilnya. Sepanjang perjalanan, dia berkonsentrasi penuh untuk melihat ke depan dan sesekali melirik kaca spion untuk berjaga-jaga apabila ada kendaraan dari arah belakangnya menyalip mobilnya tiba-tiba. Dan ketika melihat tanda bahan bakar yang menipis, segera dia mengarahkan mobilnya kepada tempat pengisian bahan bakar terdekat.
Yah, hidup kita seperti mobil, yang siap untuk dikendarai menuju tujuan akhirnya. Terkadang kita bisa melihat "kaca spion" mobil kita, hanya untuk berjaga-jaga apakah masa lalu kita ada yang masih "ngawur" dan belum diselesaikan, dan jangan berfokus untuk melihat "kaca spion", tetapi lihatlah melalui "kaca depan" (ada alasan kuat bahwa kaca depan selalu lebih besar ketimbang kaca spion, yaitu agar kita mengetahui mana yang menjadi fokus kita, masa lalu atau masa sekarang dan masa depan).
Hal terpenting berikutnya adalah bahwa kita harus selalu memastikan "bahan bakar mobil" kita selalu penuh, agar bisa sampai di tujuan. Lebih-lebih, ketika dalam perjalanan kita, ada orang-orang yang "butuh tumpangan", maka senanglah hati kita, karena dapat bercakap-cakap selama perjalanan, mengalami lalu lintas yang macet dan padat, berhenti untuk makan bersama, dan banyak hal lainnya.
Milikilah kendaraan hidup yang sehat dan baik, dan, hmmm... jangan lupakan Pribadi yang mempercayakan mobil hidup itu kepada kita, bertanyalah tentang segala sesuatu mengenai kendaraan kita, karena Beliau adalah Mekanik Sejati, yang mengerti tentang seluruh mesin yang ada, Beliau adalah Pemilik Bahan Bakar, yang senantiasa menunggu kita untuk meminta bahan bakar untuk mobil kita.
Tetap semangat, dan jangan mudah menyerah. Gbu.