Thursday, December 26, 2013

[Kata-kata Sapaan] Mengejar Mimpi

"Kemana arah matamu tertuju, disitulah engkau akan berada selanjutnya."

Banyak dari kita telah sering mendengar quote semacam itu. Dan banyak juga dari kita terus berlatih untuk dapat melihat pada satu titik tujuan. Berlatih fokus.

Yah, tak mudah memang ketika kita mulai fokus kepada titik tujuan itu (setidaknya ada hal yang lebih mudah dari itu seperti memasak mie instan ataupun mandi di pagi hari). "Hari ini aku akan mulai membangun jalanku untuk mencapai titik itu" atau "tetaplah semangat diriku, kelak kita mencapai titik itu" setidaknya sudah pernah terucap dan usaha kita pernah berjalan untuk hal itu, tetapi mengapa seringkali kita sulit untuk mempertahankan semangat dan keyakinan diri kita? Bukankah tujuan itu murni dari kita?

Saya bersyukur ketika bisa memulai jalan menuju titik itu, tetapi tidak dapat dipungkiri, bahwa ada banyak masa dimana saya merasa kecewa, kelelahan, sendiri, dan putus asa (dan bahkan lebih banyak lagi rasa yang menggambarkan ketidaknyamanan dalam mempertahankan hal itu). Jatuh dan bangkit kembali menjadi sebuah siklus yang sering menghantui perjalanan ini.

Lalu sampai sekarang saya masih berusaha untuk menggapai titik tujuan itu. Memang tidak mudah, tetapi justru ketika saya menyadari bahwa mencapai titik itu diperlukan banyak kerja keras.

Saya mengira bahwa tujuan itu hanya satu-satunya yang saya hidupkan. Tetapi saya belajar bahwa perjalanan itu dapat dinikmati. Banyak proses yang menempa karakter saya dan banyak hal yang saya dapatkan untuk sebagai bekal perjalanan.
Fokus menjadi hal yang terpenting dalam menuju tujuan, tetapi jangan lupa bahwa kita harus menghidupi tujuan itu setiap hari dalan perjalanan. Karena itulah yang senantiasa membakar semangat dan gairah kita untuk berjalan terus.

Tujuan saya hanya menyelesaikan pertandingan dimanapun dan kembali ke rumah. Lalu apa tujuanmu?

Wednesday, May 15, 2013

[Kata-kata Sapaan] Tentang Hidup



"Hidup itu seperti roda berputar, kadang kita berada di bawah dan kadang kita berada di atas."


Pernyataan itu dulu begitu mengingatkan saya tentang hidup yang dulu saya jalani. Tetapi sekarang, saya mengerti bahwa hidup yang diinginkan Tuhan bukanlah hidup seperti itu. Tuhan memutuskan kita menjadi kepala dan bukan ekor. Jadi, ijinkanlah saya berbagi tentang definisi hidup secara sederhana :


"Hidup itu seperti perjalanan kita menaiki sekumpulan anak tangganya. Kita terus menjejakkan langkah kita, melewati anak tangga satu persatu. Dan ketika kita merasa sedang berada di "bawah", jangan takut dan jangan tertipu, itu adalah saat ketika kita sedang berhenti di salah satu anak tangga. Entah karena kelelahan atau ada persoalan yang belum selesai. Tetapi yang harus kita lakukan adalah memandang ke atas, ke puncak anak tangga tertinggi, ke arahNya, seraya kita mengijinkanNya untuk menyelesaikan persoalan kita atau memberikan tenaga yang kita butuhkan lagi untuk terus menaiki anak tangga kehidupan. Karena sebenarnya kita ditakdirkan untuk memenangi kehidupan."

Dan sekarang, kita berada di anak tangga yang mana?

Monday, May 13, 2013

Salam Damai Sejahtera

Selamat datang.
Selamat datang kawan yang sekedar berkunjung atau sejenak menghela napas untuk menurunkan tempo tubuh dalam berkegiatan.

Apa saja yang sudah terjadi akhir-akhir ini, kawan? Apa saja yang sudah terjadi dalam hidup kita masing-masing baru-baru ini? Masih adakah pekerjaan yang belum terselesaikan? Atau masih adakah janji yang masih tersimpan dan belum digenapi?

Sejenak membaca tulisan-tulisan ini, akan menyegarkan otak dan (terutama) hati.

Selamat membaca. Salam damai sejahtera.